Selasa, 02 Juli 2013

LANJUTAN ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN PERAWATAN TALI PUSAT TERHADAP BAYI NY. F DI BPS NURHASANAH BANDAR LAMPUNG TAHUN 2013


BAB IV
PEMBAHASAN

A.    PENGKAJIAN DATA
Pada tinjauan teori dan tinjauan kasus, ada kesenjangan antara teori dan praktek karena tali pusat puput dalam jangka waktu 4 hari. Tidak sama dengan teori yang telah dijelaskan.
1.    Pendidikan
a.    Tinjauan Teori
Pendidikan sangat penting untuk di kaji karna berpengaruh dalam tindakan kebidanan dan untuk mengetahui sejauh mana tingkat intelektual,sehingga bidan dapat memberikan konseling sesuai dengan pendidikanya. (Ari sulistyawati,2010)

Status pendidikan seseorang akan mempengaruhi seseorang dalam menggunakan  pelayanan kesehatan.banyak peneliti yang menyatakan bahwa penggunaan layanan kesehatan meningkat seiring dengan peningkatan jenjang pendidikan peningkatan kesehatan juga meningkatkan pengetahuan dan kepedulian serta akses terhadap informasiyang berkaitan dengan kesehatan.
72
(http:repository.usu.ac.id)
Berdasarkan  sekolah jenjang rendah/dasar yaitu SD dan SMP  sederajat, sedang atau menengah yaitu SMA sederajat dan tinggi,  perguruan tinggi.(hptt://nenkiuedubio.blogspot.com)
b.    Tinjauan Kasus
Pendidikan terakhir Ny.F adalah SMP
c.    Pembahasan
Pada tinjauan kasus dan tinjauan teori terdapat  kesenjangan karena pada umumnya dari tingkat pendididkan ibu adalah tingkat SMP. Pada hal tersebut pendidikan ibu  pada tingkat SMP jenjang rendah sehingga pentingnya melakukan pengkajian pada pendidikan adalah untuk melihat tingkat intelektual dan pengetahuan ibu sehingga pemberian konseling pada klien dengan bahasa yang baik dan mudah di mengerti oleh klien sehingga klien dapat mengerti dan mampu melaksanakan konseling yang telah di berikan, ternyata pada saat dilakukan penyuluhan tentang perawatan tali pusat ibu dapat menangkap dan mengerti penjelasan yang telah diberikan serta dapat melakukan dengan baik perawatan tali pusat yang telah diajarkan.
2.                Suku/Bangsa
a.    Tinjauan teori
Dalam mengkaji suku ini berpengaruh pada  adat istiadat atau  kebiasaan sehari-hari. (Sulistyawati, 2010;  h. 221)


b.    Tinjauan kasus
Pada saat pengkajian pada Ny F, Ny F mengatakan bersuku jawa dimana dalam kehidupan sehari-hari keluarga Ny F masih menganut kebiasaan adat istiadat yang masih kental dan kepercayaan yang tidak mendukung kesehatan ibu dan anak, seperti keluarga Ny F masih mempercayai bahan-bahan yang mempercepat puputnya tali pusat seperti kunyit,bedak dll
c.    Pembahasan
Pada tinjauan kasus dan teori tidak terdapat kesenjangan dimana Ny F masih menganut kebiasaan adat istiadat yang masih kental dan kepercayaan yang tidak mendukung kesehatan ibu dan anak, seperti keluarga Ny F masih mempercayai bahan-bahan untuk mempercepat puputnya tali pusat sedangkan perawatan tali pusat yang baik dan benar yaitu dengan tidak membungkus putung tali pusat atau mengoleskan cairan atau bahan apapun keputung tali pusat serta jangan mengoleskan alkohol/povidon iodin masih di perkenankan, tetapi tidak dikompraskan karena menyebabkan tali pusat basah atau lembab yang akan mengakibatkan terjadinya infeksi pada tali pusat.
3.    Pemeriksaan umum
a.    Nadi /denyut jantung
1)   Menurut Tinjauan Teori
Denyut jantung. Denyut jantun BBL normal antara 100-160 kali per menit, tetapi dianggap masih normal jika diatas 160 kali per menit dalam jangka waktu pendek.(Muslihatun,2010;hal.31)
2)   Menurut Tinjauan Kasus
    Pada saat pengkajian nadi bayi 135×/m
3)   Pembahasan
Tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus dikarenakan pada saat pengkajian nadi bayi dalam keadaan normal sesuai dengan teori.
b.    Suhu
1)   Menurut Tinjauan Teori
Suhu normalnya sekitar 36,5°C sampai 37,5°C. (Muslihatun,2010;hal.31)
2)   Menurut Tinjauan Kasus
Pada saat pengkajian suhu bayi dalam keadaan normal yaitu 36,50c
3)   Pembahasan
Jadi tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus yang berkaitan dengan suhu tubuh,yaitu pada saat pengkajian suhu bayi dalam keadaan normal.
c.    Pernafasan
1)   Menurut Tinjauan Teori
                      Pernafasan BBL normal 30-60 kali per menit, tanpa retraksi dada  dan tanpa suara merintih pada fase ekspirasi. (muslihatun,2010;h.31)

2)   Menurut Tinjauan Kasus
Pada saat pengkajian pernafasan bayi yaitu 40×/m.
3)   Pembahasan
Tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus dikarenakan pada saat pengkajian frekuensi pernafasan pada bayi sesuai dengan teori.
d.   Berat Badan
1)   Menurut Tinjauan Teori
    Berat badan normalnya 2500-4000(muslihatun,2010;hal.32)
2)   Tinjauan Kasus
Pada saat pengkajian bayi Ny.F mempunyai  Berat badan  2700 gram.
3)   Pembahasan
Tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus dikarenakan pada saat pengkajian berat badan bayi 2700 gram dan ini dalam kategori berat badan bayi normal
4.    Pemeriksaan Head To Toe
a.    Kepala
1)        Menurut Tinjauan Teori
       Bentuk kepala di hari pertama tidak benar-benar bulat akibat posisi dalam rahim ataupun proses persalinan yang di alami, tapi akan kembali ke bentuk normal dalam seminggu pertama. (Muslihatun,2010;h,36)

2)        Menurut Tinjauan Kasus
       Pada saat pengkajian kepala bayi normal
3)        Pembahasan
Tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus karna kepala bayi dalam keadaan normal
b.    Genetalia
1)    Menurut tinjauan teori
Kelamin laki-laki: panjang penis testis sudah turun berada dalam   skrotum ,orifisium uretra di ujung penis, kelainan (fimosis hipospadia/epispadia)
Kelamin perempuan: labia mayora dan minora, klitoris, orifisium vagina, orifisium uretra,  secret dan lain-lain.(Muslihatun, 2010; h. 34)     
2)        Menurut tinjauan kasus
Pada pemeriksaan bayi, bayi berjenis kelamin perempuan dan didapatkan hasil yang normal, terdapat lubang vagina dan klitoris, labia moyor menutupi labia minor, dan ada lubang uretra.
3)        Pembahasan
Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek karena hasil pemeriksaan dalam batas yang normal



c.    Neuro
1)      Menurut tinjauan teori
a)      Reflex moro
Reflek dimana bayi akan mengembangkan tangan lebar-lebar dan melebarkan jari-jari, lalu mengembalikan dengan tarikan yang cepat seakan-akan memeluk seseorang.
b)      Reflex rooting.
Reflek ini timbul karena rangsang taktil pipi dan daerah mulut. Bayi akan memutar kepala seolah mencari putting susu.
c)      Reflex sucking
Reflek ini timbul bersama reflex rooting untuk menghisap putting susu dan menelan.
d)     Reflex graps
Reflek yang timbul jika ibu jari di letakkan pada telapak tangan bayi, lalu bayi akan menutup telapak tangan nya. Respon yang sama dapat di peroleh ketika telapak kaki di gores dekat ujung jari kaki menyebabkan ujung jari kaki menekuk.
e)      Reflex babinsky
Reflex ini akan muncul bila ada rangsangan pada telapak kaki. Ibujari akan bergerak keatas dan jari-jari lain nya membuka. Reflex ini bias nya menghilang setelah 1 tahun.
(Rohani, dkk. 2011 : h.251-252)  
     
2)      Menurut tinjauan kasus
pada saat di lakukan pemeriksaan neuro di dapatkan hasil yang normal
3)      Pembahasan
Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek karena hasil pemeriksaan dalam batas yang normal dimana bayi sudah dapat menyusu dengan baik, saat dilakukan pemeriksaan reflek bayi dapat bereaksi dengan ekstremitas ekstensi.
5.    Tali pusat
a.       Menurut Tinjauan Teori
normal berwarna putih kebiruan pada hari pertama, mulai kering dan mengkerut / mengecil dan akhirnya lepas setelah 7-10 hari. (Muslihatun,2010;h.32)
b.      Menurut Tinjauan kasus
Pada saat pengkajian tali pusat dalam keadaan lembab dan tidak ada masalah pada saat pengkajian.
c.       Pembahasan
Tidak ada  kesenjangan antara teori dan kasus dikarenakan pada saat pengkajian tali pusat dalam keadaan lembab karena usia bayi masih berumur 1-4 hari.



B.     INTERPRESTASI DATA UNTUK MENGIDENTIFIKASI DIAGNOSA/ MASALAH
1.      Menurut Tinjauan Teori
Langkah ini dilakukan dengan mengindentifikasi terhadap diagnosis, masalah, dan kebutuhan pasien berdasarkan interpresentasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan. Langkah awal dari perumusan diagnosis atau masalah adalah pengolahan data dan analisis dengan menggabungkan data satu dengan lainya sehingga tergambar fakta. (Sulistyawati, 2012: 184)
Pada tahap ini bidan mengidentifikasi diagnosis atau masalah  dan kebutuhan klien secara tepat berdasarkan interprestasi data yang akurat, data dasar yang sudah dikumpulkan kemudian diinterpresentasikan sehingga ditemukan dignosis masalah yang spesifik. Kata-kata masalah dan diagnostik sama-sama dibutuhkan karena beberapa masalah tidak dapat diselesaikan layaknya diagnostik tetapi membutuhkan penanganan yang tertuang dalam rencana asuhan kepada klien.(Saminem.2010;h,40)
2.      Menurut Tinjauan Kasus
DX: Bayi ny F cukup bulan sesuai massa kehamilan usia 1 jam
DS: Ibu mengatakan ini anak yang pertama, dan belum pernah keguguran
Ibu mengatakan HPHT tanggal 20-08-2012
            DO: Bayi lahir pada tanggal 18-05-2013, pukul: 16.30 wib
                  :Berat badan 2700 gram
3.      Pembahasan
Jadi  tidak ada kesenjangan  antara kasus dan teori karena diagnosa bayi normal sesuai dengan identifikasi data yang di dapat.

C.    ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL
1.      Menurut Tinjauan Teori
Langkah ke-3 ini Bidan mengidentifikasi masalah potensial berdasarkan diagnosa atau masalah yang mungkin akan terjadi berdasarkan diagnosa masalah yang sudah teridentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi bila memungkinkan dilakukan pencegahan. Masalah yang sering timbul pada bayi baru lahir :
a.    Hipotermi potensial terjadi ganguan pernapasan
b.    Hipotermi ini karena menyempitnya pembuluh darah dan yang dapat mengakibatkan terjadinya metabolik, meningkatkan kebutuhan oksigen.
c.    Hipoglikemi ini karena kenaikan kadar bilirubin.
d.   Infeksi karena tetanus neonatorum yang disebabkan karena clostridium 
     Tetani.(Muslihatun, 2010;h. 255)
2.      Menurut Tinjauan Kasus
Pada kasus bayi Ny F tidak muncul diagnose potensial karena tidak ada tanda-tanda kegawatan yang lain
3.      Pembahasan
Tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus dikarenakan pada saat pengkajian tidak adanya antisipasi masalah potensial pada bayi Ny F.
D.    TINDAKAN SEGERA
           1.       Menurut Tinjauan Teori
Pada langkah ini bidan mengidentifikasi masalah atau diagnosis yang sudah diidentifikasi sebelumnya, sehingga dapat diambil keputusan ada  tidaknya tinada segera oleh bidan atau dokter dan/atau ada hal yang perlu dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan lain sesuai kondisi bayi, contohnya adalah bayi tidak segera bernafas spontan dalam 30 detik, segera lakukan resusitasi.(Muslihatun, 2010;h.255)
           2.       Menurut Tinjauan Kasus
Berdasarkan pengkajian didapatkan bahwa By Ny F tidak mengalami keadaan yang membutuhkan tindakan segera.
           3.       Pembahasan
Dari data diatas tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus dikarenakan pada saat pengkajian tidak ada yang membutuhkan tindakan segera.

E.     PERENCANAAN
           1.       Menurut Tinjauan Teori
Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada angkah kelima dilaksanakan secara efesien dan aman. Realisasi dari perencanaan dapat dilakukan oleh bidan, pasien, atau anggota keluarga yang lain. Berikut ini beberapa contoh paksanaan dari prencanaan asuhan berdasarkan peran bidan dalam tindakan mandiri, kolaborasi, dan tindakan pengawasan.(Sulistyawati, 2012;h.184)
Rencana asuhan pada bayi baru lahir:
1)        Pertahankan suhu tubuh bayi agar tetap hangat
2)        Berikan pada bayi perawatan mata 1 jam pertama setelah lahir
3)        Berikan identitas pada bayi
4)        Berikan suntikan vit k
5)        Berikan konseling tentang menjaga kehangatan bayi
6)        Anjurkan ibu untuk memberikan ASI pada bayinya
7)        Berikan konseling pada ibu perawatan tali pusat
8)        Beritahu tanda-tanda bahaya pada bayi
(Rukiyah dkk,2010;h.64-65)
         2.         Menurut Tinjauan Kasus
Pada kasus ini telah direncanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir terhadap bayi Ny F  yaitu :
a.    Tanggal 18 Mei 2013
1)         Berikan pada bayi salep mata dan vit K
2)         Jaga agar bayi tetap hangat
3)         Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya
4)         Beritahu ibu cara perawatan tali pusat
5)         Beritahu ibu untuk tidak memberikan obat apapun pada tali pusat
b.    Tanggal 19 Mei 2013
1)        Beritahu ibu keadaan bayinya saat ini
2)        Beritahu ibu untuk selalu mencuci tangan saat membersihkan tali
       Pusat
3)        Beritahu ibu untuk tidak memberikan obat apapun pada tali pusat
4)        Ajarkan ibu melakukan perawatan tali pusat
5)        Beritahu ibu tanda-tanda bahaya pada bayi
c.    Tanggal 20 Mei 2013
1)         Lakukan pemeriksaan vital sign
2)         Ajarkan ibu memandikan bayi dengan benar
3)         Evaluasi ibu cara melakukan perawatan tali pusat dengan benar
4)         Anjurkan ibu hanya memberi ASI saja pada bayi
d.   Tanggal 21 Mei 2013
1)         Lakukan pengukuran vital sign pada bayi
2)         Evaluasi cara memandikan bayi
3)         Evaluasi keadaan tali pusat bayi
4)         Anjurkan ibu untuk tetap memberikan ASI saja pada bayinya
e.    Tanggal 22 Mei 2013
1)        Beritahu ibu keadaan bayinya saat ini
2)        Evaluasi keadaan tali pusat bayi
3)        Anjurkan ibu untuk mengiminisasikan bayinya sesuai jadwal yang telah di tentukan
         3.         Pembahasan
Terdapat kesenjangan antara teori dan kasus karena pada saat melakukan perencanaan pada bayi Ny.F di lakukan 1 jam setelah lahir sampai proses puputnya tali pusat

F.     PELAKSANAAN
1.      Menurut Tinjauan Teori
Melaksanakan rencana tindakan secara efisien dan menjamin rasa aman klien. Implementasi dapat dikerjakan seluruhnya oleh bidan ataupun bekerjasama dengan tim kesehatan lain. Jika seorang bidan tidak melakukan tindakan sendiri, maka ia menerima tanggung jawab mengurus pelaksanaannya. Dalam situasi dimana bidan melakukan tindakan kolaborasi dengan seorang dokter, dan masih tetap terlibat didalam penatalaksanaan perawatan secara menyeluruh bagi klien.

Pada kasus perawatan tali pusat ,sanjuran yang diberikan adalah untuk tetap membersihkan tali pusat pada saat kotor dengan air matang, jangan berikan obat tambahan ke tali pusat dan jangan terlalu rapat untuk menutup tali pusat agar tidak lembab (nungki kusuma irawan, menumpas penyakit dengan darah tali pusat)
Rencana asuhan perawatan tali pusat:
1)   Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum merawat tali pusat.
2)   Membersihkan dengan lembut kulit disekitar tali pusat dengan kapas bersih
3)   Membungkus dengan longgar/tidak terlalu rapat dengan kasa bersih     atau steril.
4)   Memastikan  popok atau celana bayi harus di ikat di bawah tali pusat, tidak menutupi tali pusat untuk menghindari kontak dengan        feses dan urin.
5)   Menghindari penggunaan kancing, koin atau uang logam untuk membuat trekan tali pusat
2.      Menurut Tinjauan kasus
Telah dilaksanakan pelaksanaan asuhan perawatan tali pusat yaitu:
 Memberitahu cara perawatan tali pusat
1)        Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
2)        Membersihkan tali pusat dengan kapas air hangat dan keringkan
3)        Membungkus tali pusat dengan kassa steril secara longgar
4)        Melipat popok di bawah sisa tali pusat
Menghindari penggunaan kancing, koin atau uang logam untuk membuat trekan tali pusat(Prawirohardjo, 2010;h.372-373)
3.    Pembahasan
Jadi tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek dikarenakan pelaksanaan dilakukan sesuai dengan teori yang telah di jelaskan,serta ibu juga tidak memberika bumbu-bumbuan apapun pada tali pusat, dan selalu menjaga tali pusat agar tetap bersih dan kering.




G.    Evaluasi
1.      Menurut Tinjauan Teori
Merupakan tahap terakhir dalam manajemen kebidanan, yakni untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan asuhan yang kita berikan kepada pasien, kita mengacu kepada beberapa pertimbangan berikut ini:
1)        Tinjauan asuhan kebidanan
Meningkatkan, mempertahankan, dan mengembaikan kesehatan
2)        Evektifitas tindakan untuk mengatasi masalah
Dalam meakukan evaluasi sebeberapa evektif tindakan dan asuhan yang kita berikan kepada pasien. Hasil pengkajian ini kita jadikan sebagai acuan dalam pelaksanaan asuhan berikutnya.
3)        Hasil asuhan
Hasil asuhan adalah bentuk konkret dari perubahan kondisi pasien dan keluarga yang meliputi  pemulihan kondisi pasien, peningkatan pengetahuan dan kemampuan pasien mengenai perawatan diri.
(Sulistyawati, 2012: 186)
Menurut teori tali pusat akan normal berwarna putih kebiruan pada hari pertama, mulai kering dan mengkerut / mengecil dan akhirnya lepas setelah 7-10 hari.(Muslihatun,2010;h.32)
2.      Menurut Tinjauan kasus
Pada bayi Ny F setelah dilakukan perawatan tali pusat secara langsung dan pemantauan bayi dalam keadaan baik dan tali pusat dalam lembab tidak ditemukan komplikasi pada bayi atau pun infeksi tali pusat, tali pusat dalam keadaan bersih dan mulai mengering dalam proses pelepasan tali pusat puput pada hari ke 4
3.      Pembahasan
Terdapat  kesenjangan antara teori dan kasus karena dari hasil pengamatan yang telah dilakukan selama 4 hari tidak terjadi masalah dan juga ibu mengerti dan memahami cara perawatan tali pusat yang benar, serta tidak takut lagi dalam merawat tali pusat bayinnya, tetapi tali pusat bayi puput pada hari ke 4 sedangkan menurut teori tali pusat akan normal bewarna putih kebiruan pada hari pertama, mulai kering dan mengkerut/mengecil dan akhirnya lepas setelah hari ke 7-10 hari, hal ini dikarenakan perawatan tali pusat selalu kering.

DAFTAR PUSTAKA

Klein, Susan., &Fiona Thomson.2010. Panduan Lengkap Kebidanan. Yogyakarta: Mitra Setia

Nany, Vivian Liua Dewi.2012. Asuhan kebidanan neonatus. Jakarta :Salemba Medika

Nur, Wafi Muslihatun.2010.Asuhan Neonatus Bayi dan Balita. Yogyakarta: Fitra Maya

Prawirohardjo, Sarwono.2010. Ilmu Kebidanan.2010. Jakarta: Rineka cipta

Rukiyah, Ai yeyeh., & Lia Yulianti.2010. Asuhan Neonatus Bayi dan Balita. Jakarta :Trans Info Media

Saminem, 2010. Dokumentasi Asuhan Kebidanan Konsep dan Praktek. Jakarta :EGC

Sodikin.2004.Buku Saku Perawatan Tali Pusat .Jakarta: EGC

Tambunan , Eviana S., & Kasim, Deswani.2011.Panduan Pemeriksaan Fisik Bagi Mahasiswa Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Wiknjosastro H Gularrdi.2008. Asuhan Persalinan Normal. Jakarta: JNPK-KR

Buku Panduan Karya Tulis Ilmiah (Study Kasus). Akademi Kebidanan Adila Bandar Lampung

Varney, Helen dkk.2007. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta:EGC


Tahun 2011, pengertian tali pusat atau umbilical. diakses pada tanggal 20 Mei 2013, 13.00 Wib http://worldhealth.blogspot.com
 Tahun 2011, kunjungan neonatus. diakses pada tanggal 20 Mei 2013, 13.00 Wib   http://nenkiuedubio.blogspot.com
  Tahun 2011, standar profesi kebidanan. diakses pada tanggal 30 Mei 2013, 08.00 Wib   http://ummukautsar.wordpress.com.
Tahun 2011, klasifikasi pendidikan. diakses pada tanggal 30 Mei 2013, 09.00 Wib http://nenkiuedubio.blogspot.com.