BAB
IV
PEMBAHASAN
A.
PENGKAJIAN
DATA
Pada tinjauan teori dan tinjauan
kasus, ada kesenjangan antara teori dan praktek karena tali pusat puput dalam
jangka waktu 4 hari. Tidak sama dengan teori yang telah dijelaskan.
1. Pendidikan
a. Tinjauan Teori
Pendidikan sangat
penting untuk di kaji karna berpengaruh dalam tindakan kebidanan dan untuk
mengetahui sejauh mana tingkat intelektual,sehingga bidan dapat memberikan
konseling sesuai dengan pendidikanya. (Ari sulistyawati,2010)
Status pendidikan
seseorang akan mempengaruhi seseorang dalam menggunakan pelayanan kesehatan.banyak peneliti yang
menyatakan bahwa penggunaan layanan kesehatan meningkat seiring dengan
peningkatan jenjang pendidikan peningkatan kesehatan juga meningkatkan
pengetahuan dan kepedulian serta akses terhadap informasiyang berkaitan dengan
kesehatan.
|
72
|
Berdasarkan sekolah jenjang rendah/dasar yaitu SD dan SMP sederajat, sedang atau menengah yaitu SMA
sederajat dan tinggi, perguruan tinggi.(hptt://nenkiuedubio.blogspot.com)
b. Tinjauan Kasus
Pendidikan terakhir Ny.F adalah SMP
c. Pembahasan
Pada
tinjauan kasus dan tinjauan teori terdapat kesenjangan karena pada umumnya dari tingkat
pendididkan ibu adalah tingkat SMP. Pada hal tersebut pendidikan ibu pada tingkat SMP jenjang rendah sehingga
pentingnya melakukan pengkajian pada pendidikan adalah untuk melihat tingkat
intelektual dan pengetahuan ibu sehingga pemberian konseling pada klien dengan
bahasa yang baik dan mudah di mengerti oleh klien sehingga klien dapat mengerti
dan mampu melaksanakan konseling yang telah di berikan, ternyata pada saat
dilakukan penyuluhan tentang perawatan tali pusat ibu dapat menangkap dan
mengerti penjelasan yang telah diberikan serta dapat melakukan dengan baik
perawatan tali pusat yang telah diajarkan.
2.
Suku/Bangsa
a.
Tinjauan teori
Dalam mengkaji suku ini berpengaruh
pada adat istiadat atau kebiasaan sehari-hari. (Sulistyawati,
2010; h. 221)
b.
Tinjauan kasus
Pada saat pengkajian pada Ny F, Ny F
mengatakan bersuku jawa dimana dalam kehidupan sehari-hari keluarga Ny F masih
menganut kebiasaan adat istiadat yang masih kental dan kepercayaan yang tidak
mendukung kesehatan ibu dan anak, seperti keluarga Ny F masih mempercayai
bahan-bahan yang mempercepat puputnya tali pusat seperti kunyit,bedak dll
c.
Pembahasan
Pada tinjauan kasus dan teori tidak
terdapat kesenjangan dimana Ny F masih menganut kebiasaan adat istiadat yang
masih kental dan kepercayaan yang tidak mendukung kesehatan ibu dan anak,
seperti keluarga Ny F masih mempercayai bahan-bahan untuk mempercepat puputnya
tali pusat sedangkan perawatan tali pusat yang baik dan benar yaitu dengan
tidak membungkus putung tali pusat atau mengoleskan cairan atau bahan apapun
keputung tali pusat serta jangan mengoleskan alkohol/povidon iodin masih di
perkenankan, tetapi tidak dikompraskan karena menyebabkan tali pusat basah atau
lembab yang akan mengakibatkan terjadinya infeksi pada tali pusat.
3.
Pemeriksaan umum
a.
Nadi /denyut jantung
1)
Menurut Tinjauan Teori
Denyut jantung. Denyut jantun BBL normal
antara 100-160 kali per menit, tetapi dianggap masih normal jika diatas 160
kali per menit dalam jangka waktu pendek.(Muslihatun,2010;hal.31)
2)
Menurut Tinjauan Kasus
Pada saat pengkajian nadi bayi 135×/m
3)
Pembahasan
Tidak ada
kesenjangan antara teori dan kasus dikarenakan pada saat pengkajian nadi bayi
dalam keadaan normal sesuai dengan teori.
b.
Suhu
1)
Menurut Tinjauan Teori
Suhu normalnya sekitar 36,5°C sampai 37,5°C. (Muslihatun,2010;hal.31)
2)
Menurut Tinjauan Kasus
Pada saat
pengkajian suhu bayi dalam keadaan normal yaitu 36,50c
3)
Pembahasan
Jadi tidak ada
kesenjangan antara teori dan kasus yang berkaitan dengan suhu tubuh,yaitu pada
saat pengkajian suhu bayi dalam keadaan normal.
c.
Pernafasan
1)
Menurut Tinjauan Teori
Pernafasan BBL normal 30-60 kali per menit,
tanpa retraksi dada dan tanpa suara
merintih pada fase ekspirasi. (muslihatun,2010;h.31)
2)
Menurut Tinjauan Kasus
Pada saat
pengkajian pernafasan bayi yaitu 40×/m.
3)
Pembahasan
Tidak ada
kesenjangan antara teori dan kasus dikarenakan pada saat pengkajian frekuensi
pernafasan pada bayi sesuai dengan teori.
d.
Berat Badan
1)
Menurut Tinjauan Teori
Berat badan normalnya 2500-4000(muslihatun,2010;hal.32)
2)
Tinjauan Kasus
Pada
saat pengkajian bayi Ny.F mempunyai
Berat badan 2700 gram.
3)
Pembahasan
Tidak
ada kesenjangan antara teori dan kasus dikarenakan pada saat pengkajian berat
badan bayi 2700 gram dan ini dalam kategori berat badan bayi normal
4. Pemeriksaan
Head To Toe
a. Kepala
1)
Menurut Tinjauan Teori
Bentuk kepala di hari pertama tidak
benar-benar bulat akibat posisi dalam rahim ataupun proses persalinan yang di
alami, tapi akan kembali ke bentuk normal dalam seminggu pertama. (Muslihatun,2010;h,36)
2)
Menurut Tinjauan Kasus
Pada saat pengkajian kepala bayi normal
3)
Pembahasan
Tidak ada kesenjangan
antara teori dan kasus karna kepala bayi dalam keadaan normal
b. Genetalia
1) Menurut tinjauan teori
Kelamin laki-laki: panjang penis testis sudah turun
berada dalam skrotum ,orifisium uretra
di ujung penis, kelainan (fimosis hipospadia/epispadia)
Kelamin perempuan: labia mayora dan
minora, klitoris, orifisium vagina, orifisium uretra, secret dan lain-lain.(Muslihatun, 2010; h. 34)
2)
Menurut tinjauan kasus
Pada pemeriksaan bayi, bayi berjenis
kelamin perempuan dan didapatkan hasil yang normal, terdapat lubang vagina dan
klitoris, labia moyor menutupi labia minor, dan ada lubang uretra.
3)
Pembahasan
Tidak ada kesenjangan antara teori
dan praktek karena hasil pemeriksaan dalam batas yang normal
c. Neuro
1) Menurut
tinjauan teori
a) Reflex moro
Reflek
dimana bayi akan mengembangkan tangan lebar-lebar dan melebarkan jari-jari,
lalu mengembalikan dengan tarikan yang cepat seakan-akan memeluk seseorang.
b) Reflex rooting.
Reflek
ini timbul karena rangsang taktil pipi dan daerah mulut. Bayi akan memutar
kepala seolah mencari putting susu.
c) Reflex sucking
Reflek
ini timbul bersama reflex rooting untuk menghisap putting susu dan menelan.
d)
Reflex graps
Reflek
yang timbul jika ibu jari di letakkan pada telapak tangan bayi, lalu bayi akan
menutup telapak tangan nya. Respon yang sama dapat di peroleh ketika telapak
kaki di gores dekat ujung jari kaki menyebabkan ujung jari kaki menekuk.
e)
Reflex
babinsky
Reflex
ini akan muncul bila ada rangsangan pada telapak kaki. Ibujari akan bergerak
keatas dan jari-jari lain nya membuka. Reflex ini bias nya menghilang setelah 1
tahun.
(Rohani,
dkk. 2011 : h.251-252)
2) Menurut
tinjauan kasus
pada saat di lakukan pemeriksaan
neuro di dapatkan hasil yang normal
3) Pembahasan
Tidak ada kesenjangan antara teori
dan praktek karena hasil pemeriksaan dalam batas yang normal dimana bayi sudah
dapat menyusu dengan baik, saat dilakukan pemeriksaan reflek bayi dapat
bereaksi dengan ekstremitas ekstensi.
5. Tali
pusat
a. Menurut
Tinjauan Teori
normal berwarna putih kebiruan pada hari
pertama, mulai kering dan mengkerut / mengecil dan akhirnya lepas setelah 7-10
hari. (Muslihatun,2010;h.32)
b. Menurut
Tinjauan kasus
Pada
saat pengkajian tali pusat dalam keadaan lembab dan tidak ada masalah pada saat
pengkajian.
c. Pembahasan
Tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus dikarenakan
pada saat pengkajian tali pusat dalam keadaan lembab karena usia bayi masih berumur
1-4 hari.
B.
INTERPRESTASI
DATA UNTUK MENGIDENTIFIKASI DIAGNOSA/ MASALAH
1. Menurut
Tinjauan Teori
Langkah
ini dilakukan dengan mengindentifikasi terhadap diagnosis, masalah, dan
kebutuhan pasien berdasarkan interpresentasi yang benar atas data-data yang
telah dikumpulkan. Langkah awal dari perumusan diagnosis atau masalah adalah
pengolahan data dan analisis dengan menggabungkan data satu dengan lainya
sehingga tergambar fakta. (Sulistyawati, 2012: 184)
Pada tahap ini bidan mengidentifikasi diagnosis atau
masalah dan kebutuhan klien secara tepat
berdasarkan interprestasi data yang akurat, data dasar yang sudah dikumpulkan
kemudian diinterpresentasikan sehingga ditemukan dignosis masalah yang
spesifik. Kata-kata masalah dan diagnostik sama-sama dibutuhkan karena beberapa
masalah tidak dapat diselesaikan layaknya diagnostik tetapi membutuhkan penanganan
yang tertuang dalam rencana asuhan kepada klien.(Saminem.2010;h,40)
2. Menurut
Tinjauan Kasus
DX:
Bayi ny F cukup bulan sesuai massa kehamilan usia 1 jam
DS:
Ibu mengatakan ini anak yang pertama, dan belum pernah keguguran
Ibu mengatakan HPHT tanggal 20-08-2012
DO: Bayi lahir pada tanggal
18-05-2013, pukul: 16.30 wib
:Berat badan 2700 gram
3. Pembahasan
Jadi
tidak ada kesenjangan antara kasus dan teori karena diagnosa bayi
normal sesuai dengan identifikasi data yang di dapat.
C.
ANTISIPASI
MASALAH POTENSIAL
1. Menurut
Tinjauan Teori
Langkah ke-3 ini Bidan mengidentifikasi
masalah potensial berdasarkan diagnosa atau masalah yang mungkin akan terjadi
berdasarkan diagnosa masalah yang sudah teridentifikasi. Langkah ini
membutuhkan antisipasi bila memungkinkan dilakukan pencegahan. Masalah yang
sering timbul pada bayi baru lahir :
a.
Hipotermi
potensial terjadi ganguan pernapasan
b. Hipotermi ini
karena menyempitnya pembuluh darah dan yang dapat mengakibatkan terjadinya
metabolik, meningkatkan kebutuhan oksigen.
c.
Hipoglikemi ini karena kenaikan kadar bilirubin.
d. Infeksi karena tetanus neonatorum yang disebabkan karena
clostridium
Tetani.(Muslihatun,
2010;h. 255)
2.
Menurut Tinjauan Kasus
Pada
kasus bayi Ny F tidak muncul diagnose potensial karena tidak ada tanda-tanda
kegawatan yang lain
3.
Pembahasan
Tidak
ada kesenjangan antara teori dan kasus dikarenakan pada saat pengkajian tidak
adanya antisipasi masalah potensial pada bayi Ny F.
D.
TINDAKAN
SEGERA
1.
Menurut Tinjauan Teori
Pada
langkah ini bidan mengidentifikasi masalah atau diagnosis yang sudah
diidentifikasi sebelumnya, sehingga dapat diambil keputusan ada tidaknya tinada segera oleh bidan atau dokter
dan/atau ada hal yang perlu dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan
anggota tim kesehatan lain sesuai kondisi bayi, contohnya adalah bayi tidak
segera bernafas spontan dalam 30 detik, segera lakukan resusitasi.(Muslihatun, 2010;h.255)
2.
Menurut Tinjauan Kasus
Berdasarkan
pengkajian didapatkan bahwa By Ny F tidak mengalami keadaan yang membutuhkan
tindakan segera.
3.
Pembahasan
Dari
data diatas tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus dikarenakan pada saat
pengkajian tidak ada yang membutuhkan tindakan segera.
E.
PERENCANAAN
1.
Menurut Tinjauan Teori
Pada
langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada angkah
kelima dilaksanakan secara efesien dan aman. Realisasi dari perencanaan dapat
dilakukan oleh bidan, pasien, atau anggota keluarga yang lain. Berikut ini
beberapa contoh paksanaan dari prencanaan asuhan berdasarkan peran bidan dalam
tindakan mandiri, kolaborasi, dan tindakan pengawasan.(Sulistyawati, 2012;h.184)
Rencana asuhan pada bayi baru lahir:
1)
Pertahankan
suhu tubuh bayi agar tetap hangat
2)
Berikan
pada bayi perawatan mata 1 jam pertama setelah lahir
3)
Berikan
identitas pada bayi
4)
Berikan
suntikan vit k
5)
Berikan
konseling tentang menjaga kehangatan bayi
6)
Anjurkan
ibu untuk memberikan ASI pada bayinya
7)
Berikan
konseling pada ibu perawatan tali pusat
8)
Beritahu
tanda-tanda bahaya pada bayi
(Rukiyah
dkk,2010;h.64-65)
2.
Menurut Tinjauan Kasus
Pada
kasus ini telah direncanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir terhadap
bayi Ny F yaitu :
a. Tanggal
18 Mei 2013
1)
Berikan pada bayi salep mata dan vit K
2)
Jaga agar bayi tetap hangat
3)
Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya
4)
Beritahu ibu cara perawatan tali pusat
5)
Beritahu ibu untuk tidak memberikan obat
apapun pada tali pusat
b. Tanggal
19 Mei 2013
1)
Beritahu ibu keadaan bayinya saat ini
2)
Beritahu ibu untuk selalu mencuci tangan
saat membersihkan tali
Pusat
3)
Beritahu ibu untuk tidak memberikan obat
apapun pada tali pusat
4)
Ajarkan ibu melakukan perawatan tali
pusat
5)
Beritahu ibu tanda-tanda bahaya pada
bayi
c. Tanggal
20 Mei 2013
1)
Lakukan pemeriksaan vital sign
2)
Ajarkan ibu memandikan bayi dengan benar
3)
Evaluasi ibu cara melakukan perawatan
tali pusat dengan benar
4)
Anjurkan ibu hanya memberi ASI saja pada
bayi
d. Tanggal
21 Mei 2013
1)
Lakukan pengukuran vital sign pada bayi
2)
Evaluasi cara memandikan bayi
3)
Evaluasi keadaan tali pusat bayi
4)
Anjurkan ibu untuk tetap memberikan ASI
saja pada bayinya
e. Tanggal
22 Mei 2013
1)
Beritahu ibu keadaan bayinya saat ini
2)
Evaluasi keadaan tali pusat bayi
3)
Anjurkan ibu untuk mengiminisasikan
bayinya sesuai jadwal yang telah di tentukan
3.
Pembahasan
Terdapat
kesenjangan antara teori dan kasus karena pada saat melakukan perencanaan pada
bayi Ny.F di lakukan 1 jam setelah lahir sampai proses puputnya tali pusat
F.
PELAKSANAAN
1. Menurut
Tinjauan Teori
Melaksanakan rencana tindakan secara efisien dan menjamin rasa aman klien.
Implementasi dapat dikerjakan seluruhnya oleh bidan ataupun bekerjasama dengan
tim kesehatan lain. Jika seorang bidan tidak melakukan tindakan sendiri, maka
ia menerima tanggung jawab mengurus pelaksanaannya. Dalam situasi dimana bidan
melakukan tindakan kolaborasi dengan seorang dokter, dan masih tetap terlibat
didalam penatalaksanaan perawatan secara menyeluruh bagi klien.
Pada
kasus perawatan tali pusat ,sanjuran yang diberikan adalah untuk tetap
membersihkan tali pusat pada saat kotor dengan air matang, jangan berikan obat
tambahan ke tali pusat dan jangan terlalu rapat untuk menutup tali pusat agar
tidak lembab (nungki kusuma irawan, menumpas penyakit dengan darah tali pusat)
Rencana
asuhan perawatan tali pusat:
1) Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih
sebelum merawat tali pusat.
2) Membersihkan dengan lembut kulit disekitar
tali pusat dengan kapas bersih
3) Membungkus dengan longgar/tidak terlalu rapat
dengan kasa bersih atau steril.
4) Memastikan
popok atau celana bayi harus di ikat di bawah tali pusat, tidak menutupi
tali pusat untuk menghindari kontak dengan feses
dan urin.
5) Menghindari penggunaan kancing, koin atau
uang logam untuk membuat trekan tali pusat
2. Menurut
Tinjauan kasus
Telah
dilaksanakan pelaksanaan asuhan perawatan tali pusat yaitu:
Memberitahu cara perawatan tali pusat
1)
Mencuci tangan dengan air bersih dan
sabun
2)
Membersihkan tali pusat dengan kapas air
hangat dan keringkan
3)
Membungkus tali pusat dengan kassa
steril secara longgar
4)
Melipat popok di bawah sisa tali pusat
Menghindari penggunaan kancing, koin atau uang logam untuk membuat
trekan tali pusat(Prawirohardjo, 2010;h.372-373)
3. Pembahasan
Jadi
tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek dikarenakan pelaksanaan
dilakukan sesuai dengan teori yang telah di jelaskan,serta ibu juga tidak
memberika bumbu-bumbuan apapun pada tali pusat, dan selalu menjaga tali pusat
agar tetap bersih dan kering.
G.
Evaluasi
1. Menurut
Tinjauan Teori
Merupakan tahap
terakhir dalam manajemen kebidanan, yakni untuk mengetahui sejauh mana
keberhasilan asuhan yang kita berikan kepada pasien, kita mengacu kepada
beberapa pertimbangan berikut ini:
1)
Tinjauan asuhan kebidanan
Meningkatkan,
mempertahankan, dan mengembaikan kesehatan
2)
Evektifitas tindakan untuk mengatasi
masalah
Dalam
meakukan evaluasi sebeberapa evektif tindakan dan asuhan yang kita berikan
kepada pasien. Hasil pengkajian ini kita jadikan sebagai acuan dalam
pelaksanaan asuhan berikutnya.
3)
Hasil asuhan
Hasil asuhan adalah
bentuk konkret dari perubahan kondisi pasien dan keluarga yang meliputi pemulihan kondisi pasien, peningkatan
pengetahuan dan kemampuan pasien mengenai perawatan diri.
(Sulistyawati, 2012: 186)
Menurut
teori tali pusat akan normal berwarna
putih kebiruan pada hari pertama, mulai kering dan mengkerut / mengecil dan
akhirnya lepas setelah 7-10 hari.(Muslihatun,2010;h.32)
2. Menurut
Tinjauan kasus
Pada
bayi Ny F setelah dilakukan perawatan tali pusat secara langsung dan pemantauan
bayi dalam keadaan baik dan tali pusat dalam lembab tidak ditemukan komplikasi
pada bayi atau pun infeksi tali pusat, tali pusat dalam keadaan bersih dan
mulai mengering dalam proses pelepasan tali pusat puput pada hari ke 4
3. Pembahasan
Terdapat
kesenjangan antara teori dan kasus
karena dari hasil pengamatan yang telah dilakukan selama 4 hari tidak terjadi
masalah dan juga ibu mengerti dan memahami cara perawatan tali pusat yang benar,
serta tidak takut lagi dalam merawat tali pusat bayinnya, tetapi tali pusat
bayi puput pada hari ke 4 sedangkan menurut teori tali pusat akan normal
bewarna putih kebiruan pada hari pertama, mulai kering dan mengkerut/mengecil
dan akhirnya lepas setelah hari ke 7-10 hari, hal ini dikarenakan perawatan
tali pusat selalu kering.
DAFTAR PUSTAKA
Klein,
Susan., &Fiona Thomson.2010. Panduan
Lengkap Kebidanan. Yogyakarta: Mitra Setia
Nany,
Vivian Liua Dewi.2012. Asuhan kebidanan
neonatus. Jakarta :Salemba Medika
Nur,
Wafi Muslihatun.2010.Asuhan Neonatus Bayi
dan Balita. Yogyakarta: Fitra Maya
Prawirohardjo,
Sarwono.2010. Ilmu Kebidanan.2010.
Jakarta: Rineka cipta
Rukiyah,
Ai yeyeh., & Lia Yulianti.2010. Asuhan
Neonatus Bayi dan Balita. Jakarta :Trans Info Media
Saminem,
2010. Dokumentasi Asuhan Kebidanan Konsep
dan Praktek. Jakarta :EGC
Sodikin.2004.Buku Saku Perawatan Tali Pusat .Jakarta:
EGC
Tambunan
, Eviana S., & Kasim, Deswani.2011.Panduan
Pemeriksaan Fisik Bagi Mahasiswa Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Wiknjosastro
H Gularrdi.2008. Asuhan Persalinan Normal.
Jakarta: JNPK-KR
Buku
Panduan Karya Tulis Ilmiah (Study Kasus). Akademi Kebidanan Adila Bandar
Lampung
Varney,
Helen dkk.2007. Buku Ajar Asuhan
Kebidanan. Jakarta:EGC
Tahun
2011, pengertian tali pusat atau
umbilical. diakses pada tanggal 20 Mei 2013, 13.00 Wib
http://worldhealth.blogspot.com
Tahun 2011, kunjungan
neonatus. diakses pada tanggal 20 Mei 2013, 13.00 Wib http://nenkiuedubio.blogspot.com
Tahun 2011, standar profesi kebidanan. diakses
pada tanggal 30 Mei 2013, 08.00 Wib http://ummukautsar.wordpress.com.